ads

Minggu, 04 Desember 2011

MITOS TENTANG PERUBAHAN SOSIAL


Mitos penyimpangan
Perubahan kadang dianggap sebagai perkosa terhadap keadaan normal, mitos ini muncul karena orang tidak memahami tentang perubahan sebagai “hal yang selalu melekat di dalam sesuatu, termasuk dalam kehidupan sosial”. Pemahaman mendalam mengenai struktur tidak menjamin pemahaman mengenai perubahan.
Pemahaman mengenai perubahan adalah prasyarat untuk memeahami struktur analisis aspek struktural dari sistem (masyarakat ) menunjukan bahwa keseimbangan (equiliberlium) sistem hanya dapat dipertahankan melalui perubahan tertentu di dalam sistem tersebut.
CONTOH :
-          masyarakat china dalam pandangan hegelian, telah melampaui tingkat kemandegan struktur sosial, tak dapai dipertahankan lagi. Jelas bahwa sejarah china mengalami pergolakan/penyimpangan, perubahan tiba-tiba dan perubahan bertahap, misalnya dizaman revolusi, ghina sangat berubah bersama dengan masyarakat.
-          Auguste comte mengakui peranan manusiadalam kemajuan sosial, ia menurunkan peranan tersebut kepada salah satu perombak intelektual


Mitos tentang trauma

Perubahan adalah “siksaan”, krisis dan agen asing yang tidak diharapkan muncul sejumlah rintangan sosial dan fragmentasi komunikasi kepentingan terselubung, perubahan akan menjadi hal yang traumatis (spincer, 1952), apabila perubahan dibayangkan dapat mengancam keamanan mendasar, perubahan tidak dipahami, perubahan itu dipaksakan.
CONTOH :
-          Kecanggihan tekhnologi, perubahan ini biasa mengakibatkan sikaan dan akan menjadi hal traumatis ketika kecanggihan tekhnologi ini dirasakan oleh masyarakat tradisional/kuno yang belum tahu sama sekali tentang tekhnologi dan akan berdampak masyarakat tersebut tidak ingin memakainya lagi.
-          Pembuatan sejata nuklir dan sejenisnya, hal ini biasa mengakibatkan mengecam keamanan mendasar yang tidak di inginkan  perubahan tersebut akan menjadi trauma di kalangan masyarakat bila terjadi peperangan dan pasti akan menimbulkan ketegangan.


Mitos perubahan satu arah

Perubahan kadang  dipahami menurut urutan yang tak terelakan, yang menjurus kearah tujuan yang seragam, dengan menempuh cara yang seragam pula.
CONTOH :
-          masyarakat industri moderen, pemahaman ini akhirnya menjadi  mitos karena memunculkan determinasi tekhnologi dan logika industrialisme
-          modernisasi, di karenakan modernisasi menghadapkan masyarakat pada masalah mendasar tertentu, tetapi jawaban yang diberikan atas masalah itu mungkin sangat berbeda. Keanekaragaman jawaban masyarakat atas modernisasi dimungkinkan karena setiap negara memiliki corak nasionalisme masing-masing modernisasi dapat berlangsung terus menerus terlepas dari industrialisasi setiap masyarakat menunjukan kesatuan yang homogen, dengan aspek historisitas masing-masing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar